Kisah Seorang Pelatih Sevilla yang Kalahkan Barcelona dan Real Madrid

Manajer Sevilla FC, Pablo Machin, menarik perhatian usai menghantarkan skuatnya memimpin atas FC Barcelona, Real Madrid, sampai Atletico Madrid di klasemen sementara Liga Spanyol awal kompetisi musim ini.

Dibawah bimbingan Pablo Machin, Sevilla naik menuju pucuk klasemen Liga Spanyol sampai Matchday ke 8 di atas Barcelona, Atletico Madrid, serta Real Madrid.

Kiprah Pablo Machin merebut diuraikan sebab bisa mendongkrak skuatnya melewati 3 tim itu pada kompetisi musim debut di Sevilla.

Machin ditunjuk menjadi juru tak-tik Sevilla per Mei 2018 usai menghantarkan Girona bermain mengesankan musim kemarin.

Sebelum tenar sebagaimana kini, lelaki Spanyol berumur 43 tahun ini punya latar belakang langka.

Ia tidak memiliki warisan garis keturunan pesepakbola serta cuma melakoni karier sejak menjadi pesepakbola. Bapaknya merupakan petani gandum serta barley di Soria.

Pablo Machin pun sempat mengajar di sekolah menjadi guru pendidikan jasmani.

“Sempat merasa apabila karier aku gagal menjadi juru tak-tik, aku bakal mengajar lagi ataupun balik lagi naik traktor serta jadi petani sebagaimana bapak, ” jelasnya, dilansir BolaSport. com melalui Marca edisi Maret 2018.

Machin, bekas pemain bertahan sebelah kanan, pernah membela tim kecil CD Numancia pada musim 1993-1994, namun secara langsung gantung sepatu dini di dalam umur 23 tahun sebab cedera lutut.

“Aku mengerti bukanlah bintang paling baik, menjadi aku merasa jadi juru tak-tik. Aku senang memberikan anjuran pada rekan satu tim serta mengerti setingkat lebih pantas menangani ketimbang berlaga, ” jelasnya.

Pablo Machin lekas menangani tim waktu belianya, Numancia, pada tahun 2006 sebelum menyetujui kesepakatan kontrak di Girona pada 2014.

Kala itu, Girona tengah, berkutat di divisi 2, kemudian mendapat naik kasta buat kali perdana menuju ke La Liga Spanyol pada tahun 2017.

Machin mengukir popularitas sebab menghantarkan skuat kurcaci dari Catalonia tersebut lolos sepuluh papan atas klasemen pada kompetisi musim debut di divisi tertinggi.

Pencapaian bekerja Machin diteliti Sevilla, yang menunjuknya jadi juru tak-tik bursa transfer musim panas tahun silam.

Sevilla pada pertama kampanye musim itu segera menuai kemenangan melalui sentuhan Machin sampai bercokol di tempat tertinggi klasemen berbekal enam belas angka melalui delapan pertandingan.

“Aku tidak menyaksikan papan klasemen serta cuma memusatkan perhatian melakoni pertandingan di muka. Team saya tidak menganalisis tempat di liga hingga skuat tidak menderita vertigo, ” katanya pada Football Espana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.