Lyon Bantah Ferland Mendy Telah Setuju menuju Real Madrid

Lyon Bantah Ferland Mendy Telah Setuju menuju Real Madrid

Olympique Lyon menampik tentang pemberitaan transfer Ferland Mendy menuju Real Madrid. Tim Liga 1 itu menyatakan jika sampai sekarang tak terdapat kesepakatan antara pihak Lyon dengan Madrid tentang transfer Mendy.

Akhir-akhir ini mencuat spekulasi yang mengatakan jika Real Madrid mengerjakan usaha membawa Ferland Mendy dari Olympique Lyon. Pemain bertahan berumur 23 tahun ini dikatakan bakal jadi suksesor Marcelo di pos sebelah kiri sektor barisan defensif kesebelasan berjulukan Los Blancos.

Malahan, minggu ini Mendy dikatakan telah ada di Madrid. Jelas, guna melakoni tes medis bareng tim Los Blancos sebelum menyelesaikan proses transfer di Kala dekat.

Kabar itu rasa-rasanya lumayan mengusik pihak Lyon. Dengan tegas, mereka mengatakan jika tak terdapat kesepakatan apapun selama ini dengan Madrid soal peluang kepindahan Mendy.

“Olympique Lyon menolak laporan tentang adanya kesepakatan dengan Real Madrid untuk mentransfer pemain bertahan kami, Ferland Mendy. Pengakuan ini kami ciptakan untuk meluruskan laporan yang tersebar di media dan mengatakan sebaliknya, ” tulis pengakuan resmi Lyon via Twitter sebagaimana dilansir Football5star. com.

Mendy memang jadi salah satu pemain bertahan dengan kemampuan menjanjikan dan tengah berumur muda. Lumayan masuk akal jika Madrid punya ketertarikan untuk menggaetnya.

Kovac Tanggapi Perkelahian Lewandowski Bersama Coman

Kovac Tanggapi Perkelahian Lewandowski Bersama Coman

Dua bintang Bayern Munich, Robert Lewandowski serta Kingsley Coman, terlibat perkelahian di pelatihan, Kamis (11/4/2019).

Sesuai kabar Bild, Lewandowski naik pitam usai mendengar komentar Coman. Mereka berdua saling adu jotos serta sejumlah pukulan mengarah menuju arah wajah.

Jerome Boateng serta Niklas Suele berupaya melerai, namun usaha itu tidak berhasil mendinginkan suasana. Robert Lewandowski serta Kingsley Coman tetap berupaya menghampiri 1 sama lainnya guna meneruskan perkelahian.

“Ada perkelahian antar 2 bintang yang disebut di media. Kami mendiskusikannya usai latihan. Mereka berdua minta maaf atas perilakunya serta menyesalkan insiden itu, ” jelas Kovac, sebagaimana ditulis Goal.

“Tidak ada yang memperoleh sanksi sebab keduanya saling menyadari serta ini amat krusial sekarang. Problem sudah berakhir, ” tutur juru tak-tik dari Kroasia itu.

Lewandowski jua berseteru dengan punggawa Bayern Munich lain, Mats Hummels, pada pelatihan di musim kemarin. Padahal 2 bintang ini sudah jadi kawan satu tim kala berjersey Borussia Dortmund.

Robert Lewandowski mengoleksi 35 goal serta 13 assist melalui 39 pertandingan bareng Bayern pada berbagai turnamen kompetisi musim ini. Di sisi lain, Kingsley Coman menyarangkan 6 goal serta 2 assist melalui 22 pertandingan.

Fortuna Dusseldorf akan jadi lawan Bayern Munich berikutnya di minggu ke-29 Bundesliga di Merkur Spiel-Arena, Minggu (14/9/2019). Hasil positif di partai itu jadi harga mati untuk Manuel Neuer guna mempertahankan peluang menyelesaikan kompetisi musim menjadi jawara.

Bayern Munich memang sedang bertengger pada pucuk klasemen sementara Bundesliga bersama 64 angka. Meski begitu, Die Roten cuma memimpin 1 poin melawan rival terdekatnya, Borussia Dortmund.

Anak Paolo Maldini Berambisi Tembus Tim Nasional Italia

Anak Paolo Maldini Berambisi Tembus Tim Nasional Italia

Anak dari Paolo Maldini, Daniel Maldini, mengakui mau membuntuti jejak bapak serta kakek yang bisa jadi ikon dari tim nasional Italia. Dia juga menyambut baik pemanggilan dirinya menuju ke tim nasional Italia U-18.

Daniel Maldini berhak mendapat 1 posisi pada pasukan tim nasional Italia U-18 usai main cemerlang bareng kesebelasan muda AC Milan musim ini. Remaja 17 tahun ini sukses menyarangkan 9 goal dari 22 penampilannya musim ini.

“Saya berpikir amat bahagia sebab sukses mendapat 1 posisi di tim nasional U-18. Ambisi aku ialah, main bareng tim nasional senior suatu saat yang akan datang. Membuntuti jejak bapak serta kakek aku, ” tutur Daniel Maldini dilansir dari website Football Italia.

Bapak serta kakek dari Daniel Maldini tersohor menjadi pemain bertahan yang amat solid. Tapi, Daniel mengambil keputusan guna tampil pada tempat gelandang serang. Dia juga mengakui amat bahagia jika dapat menyarangkan tidak sedikit goal.

“Saya amat mengagumi permainan ofensif. Bagus menjadi gelandang ataupun gelandang serang yang terus berupaya menyarangkan goal. Power aku merupakan, tidak perlu sejumlah sentuhan bola, eksekusi bola-bola mati serta visi yang lumayan baik, ” kata Daniel Maldini.

Cesare serta Paolo Maldini adalah bapak serta anak yang jadi legenda di AC Milan serta tim nasional Italia. Sampai-sampai, Cesare Maldini pernah jadi juru tak-tik Gli Azzurri pada turnamen Piala Dunia 1998. Sedangkan, Paolo Maldini sekarang menempati posisi menjadi direktur AC Milan.

Mancini Khawatir Italia Kembali Peroleh Hasil Seri

Mancini Khawatir Italia Kembali Peroleh Hasil Seri

Tim nasional Italia berhasil mendapat kemenangan di partai ujicoba melawan Amerika Serikat. Bertanding di Stadion Luminus Arena, Belgia, hari Rabu (21/11), Gli Azzurri unggul tipis bersama score 1-0.

Juru tak-tik Tim nasional Italia, Roberto Mancini mengakui khawatir bila hasil seri bersama score kacamata lagi-lagi terulang. Pencapaian itu sebelumnya mereka peroleh kala Leonardo Bonucci dkk melawan Portugal dalam pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza di dalam kompetisi UEFA Nations League beberapa waktu lalu.

“Laga itu nyaris saja berakhir dengan skor 0-0 lagi, namun ini sepak bola, tak ada yang dapat Kamu lakukan. Kami punya begitu banyak kesempatan, yang penting ialah ini merupakan performa yang baik,” tutur Roberto Mancini sebagaimana dilansir melalui Football Italia.

“Ini merupakan pertama kalinya kami berlaga bersama, jadi kami tak dapat berpikir berlaga seperti babak pertama sepanjang 90 menit. Kami cukup rileks kala kami mendorong setingkat lebih keras buat mendapatkan terobosan menyarangkan goal,” ungkapnya.

Satu-satunya goal untuk Tim nasional Italia pada pertandingan itu dicetak oleh bintang pengganti Matteo Politano pada pengujung pertandingan. Aksi kerjasamanya bersama Marco Veratti serta Roberto Gagliardini berujung goal yang menghantarkan tim menang.

Goal itu menjadi yang perdana untuk Matteo Politano sepanjang memperkuat Tim nasional Italia. Sejauh ini pun Bomber yang membela Inter Milan itu baru main 2 kali memperkuat Gli Azzurri.

Arthur Buat Barca Lupakan Iniesta

Arthur Buat Barca Lupakan Iniesta

Bekas pemain berposisi gelandang Real Madrid, Michael Essien, menganggap Arthur Melo berhasil sebagai pengganti fungsi Andres Iniesta di sektor tengah Los Cules. Di mata Essien, Arthur bintang yang amat keren.

“Barcelona sudah merekrut pemain muda Brasil itu (Arthur), ia nampak seperti pesepakbola yang baik. Dan mereka tetap memiliki Ivan Rakitic serta Sergio Busquets, jadi semuanya masih serupa,” tutur Essien pada Omnisport.

“Anda tak betul-betul mengalami ketiadaan Iniesta di Barca, setidak-tidaknya di kala ini. Sayang, ia telah angkat kaki, namun itulah sepakbola,” Essien melanjutkan.

Arthur menambatkan hatinya menuju Camp Nou dari Gremio dengan bandrol 30 juta € di bursa transfer musim panas tahun lalu. Dia ditunjuk menggantikan Iniesta yang sudah gabung ke klub asal Jepang.

Sepanjang ini, performa Arhur tidak mengecewakan. Dia bisa jadi jenderal sektor tengah Azulgrana. Saking cemerlangnya, Barcelona sampai mesti menyingkirkan Philippe Coutinho menuju sektor depan.

Total, Arthur telah memperkuat Barcelona di dalam 9 laga kampanye musim ini. Dia pun menyumbang 1 umpan.

Azulgrana sendiri di pertandingan selanjutnya akan melawan musuh abadi mereka, Real Madrid, di partai bertajuk El Clasico. Duel itu akan diselenggarakan di markas Barca, Camp Nou, hari Minggu (28/10). Arthur akan kembali jadi tumpuan tuan rumah pada pertandingan itu.

Menang Tipis, PSIS Semarang Berhasil Tipu PS Tira

Menang Tipis, PSIS Semarang Berhasil Tipu PS Tira

PS Tira harus kalah tipis 0-1 dari PSIS Semarang ketika memberi jamuan di Stadion Sultan Agung (SSA), Kabupaten Bantul, Rabu (17/10).

Bekerja samadengan bagus antar Ibrahim Conteh serta Bruno Silva berbuah buah manis.

Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-41, Bruno sukses menyarangkan gol menuju gawang PS Tira serta menghantarkan hasil positif untuk skuat berjulukan Mahesa Jenar ini.

Sukses unggul dengan gol solo, manajer PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengakui sempat waspada dengan performa PS Tira.

“Alhamdulillah, PS Tira terjebak dengan performa kami, ” tutur Jafri.

“Kami kemarin amat takut apabila PS Tira berlaga dengan tempo tinggi, ” lanjutnya.

Tidak dibantah oleh juru tak-tik dari Sumatra Barat ini, situasi anak-anak asuhnya tengah tak kunjung bugar.

“Kami bersyukur dengan hasil positif itu. Anak-anak dalam situasi tengah lelah, namun masih dapat mendapat 3 angka melalui laga itu, ” katanya.

Sekarang, PSIS mengendarai menuju 10 besar papan klasemen sementara Liga 1 2018 bersama koleksi angka 33.

Kisah Seorang Pelatih Sevilla yang Kalahkan Barcelona dan Real Madrid

Kisah Seorang Pelatih Sevilla yang Kalahkan Barcelona dan Real Madrid

Manajer Sevilla FC, Pablo Machin, menarik perhatian usai menghantarkan skuatnya memimpin atas FC Barcelona, Real Madrid, sampai Atletico Madrid di klasemen sementara Liga Spanyol awal kompetisi musim ini.

Dibawah bimbingan Pablo Machin, Sevilla naik menuju pucuk klasemen Liga Spanyol sampai Matchday ke 8 di atas Barcelona, Atletico Madrid, serta Real Madrid.

Kiprah Pablo Machin merebut diuraikan sebab bisa mendongkrak skuatnya melewati 3 tim itu pada kompetisi musim debut di Sevilla.

Machin ditunjuk menjadi juru tak-tik Sevilla per Mei 2018 usai menghantarkan Girona bermain mengesankan musim kemarin.

Sebelum tenar sebagaimana kini, lelaki Spanyol berumur 43 tahun ini punya latar belakang langka.

Ia tidak memiliki warisan garis keturunan pesepakbola serta cuma melakoni karier sejak menjadi pesepakbola. Bapaknya merupakan petani gandum serta barley di Soria.

Pablo Machin pun sempat mengajar di sekolah menjadi guru pendidikan jasmani.

“Sempat merasa apabila karier aku gagal menjadi juru tak-tik, aku bakal mengajar lagi ataupun balik lagi naik traktor serta jadi petani sebagaimana bapak, ” jelasnya, dilansir BolaSport. com melalui Marca edisi Maret 2018.

Machin, bekas pemain bertahan sebelah kanan, pernah membela tim kecil CD Numancia pada musim 1993-1994, namun secara langsung gantung sepatu dini di dalam umur 23 tahun sebab cedera lutut.

“Aku mengerti bukanlah bintang paling baik, menjadi aku merasa jadi juru tak-tik. Aku senang memberikan anjuran pada rekan satu tim serta mengerti setingkat lebih pantas menangani ketimbang berlaga, ” jelasnya.

Pablo Machin lekas menangani tim waktu belianya, Numancia, pada tahun 2006 sebelum menyetujui kesepakatan kontrak di Girona pada 2014.

Kala itu, Girona tengah, berkutat di divisi 2, kemudian mendapat naik kasta buat kali perdana menuju ke La Liga Spanyol pada tahun 2017.

Machin mengukir popularitas sebab menghantarkan skuat kurcaci dari Catalonia tersebut lolos sepuluh papan atas klasemen pada kompetisi musim debut di divisi tertinggi.

Pencapaian bekerja Machin diteliti Sevilla, yang menunjuknya jadi juru tak-tik bursa transfer musim panas tahun silam.

Sevilla pada pertama kampanye musim itu segera menuai kemenangan melalui sentuhan Machin sampai bercokol di tempat tertinggi klasemen berbekal enam belas angka melalui delapan pertandingan.

“Aku tidak menyaksikan papan klasemen serta cuma memusatkan perhatian melakoni pertandingan di muka. Team saya tidak menganalisis tempat di liga hingga skuat tidak menderita vertigo, ” katanya pada Football Espana.

Ferdinand Sebut Lukaku Adalah Musuh Idaman Bek Lawan

Ferdinand Sebut Lukaku Adalah Musuh Idaman Bek Lawan

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, memberikan kritikan kepada Romelu Lukaku setelah pertandingan Liga Champions antara Setan Merah melawan Valencia.

Ferdinand mengutarakan itu sehabis Manchester United cuma mengklaim hasil seri melawan Valencia di pertandingan ke 2 Liga Champions, Selasa (2/10) Rabu malam WIB.

Lukaku dianggap bertanggung jawab vs ketidakmampuan Setan Merah menyarangkan goal selama Waktu normal pertandingan yang dimulai pada Old Trafford tersebut.

“Dia mudah guna dijaga pemain bertahan sekarang lantaran ia cuma berdiri diam, ” tutur Ferdinand pada BT Sport, dicuplik BolaSport. com.

“Anda tak menyaksikan beberapa pergerakan, khususnya saat performa tengah meningkat pada wilayah sentral gelanggang yang belum lama ia lewati, ” tutur mantan pemain bertahan tim nasional Inggris ini.

Ferdinand memperhitungkan Lukaku seharusnya sering pindah, walau menjadikannya akan berdiri offside pernah.

Hal tersebut seperti dilansir kakak Anton Ferdinand itu setidak-tidaknya akan membikin pemain bertahan rival kebingungan.

“Dia seharusnya pindah, malahan apabila dia berdiri offside, membikin para pemain bertahan memikirkan, ” katanya

“Saat itu, para pemain bertahan menyaksikan persis pada mana Lukaku ada. Ia tak pindah, menjadi Kamu paham apakah yang ia kerjakan, ” kata Ferdinand sedang.

Saking buruknya performa Lukaku, mantan pemain bertahan paling mahal sejagat ini mengatakan sang ujung tombak merupakan rival yang diidam-idamkan dengan para pemain bertahan rival.

“Untuk sosok pemain bertahan, melawan Lukaku merupakan cita-cita, ” jelasnya.

Performa Lukaku di pertandingan melawan Valencia memang tidak dapat dianggap bagus.

Whoscored memberi nilai enam, tiga bareng Nemanja Matic, poin paling rendah pada antar bintang-bintang utama Manchester United pada pertandingan itu.

Lebih lanjut, striker dari Belgia itu baru berhasil membuat tendangan awal saat laga sudah berjalan hingga menit ke-71 walau berlaga semenjak menit perdana.

Jumlah 4 tendangan Lukaku, cuma 2 yang soal target, namun tidak berakibat goal.